Berhasil Atasi Kendala Bug, Samsung Akhirnya Rilis NX1

12:28 PM 0
Berhasil Atasi Kendala Bug, Samsung Akhirnya Rilis NX1
Samsung akhirnya rilis NX1.


SEOUL - Samsung mengakui akhirnya berhasil menyelesaikan berbagai masalah yang sempat hinggap di produk terbarunya, NX1.

Dilansir dari imaging-resource, Senin (10/8/2015), kamera satu ini memang menyasar pengguna profesional. Selain itu kehadiran bug yang sempat hinggap, membuat khawatir terhadap masalah kinerja dengan versi 1.0 firmware.

Kecepatan pembaruan firmware sempat membuatnya sulit menyelesaikan proses pengujian lab. Tapi semua masalah itu kini berhasil teratasi.

Pada dasarnya, kamera baru Samsung ini memiliki beberapa kelebihan mengesankan. Mulai dari resolusi tinggi 28,2MP, sensor APS-C dan prosesor gambar DRIMe V multi-core memungkinkan NX1 mempu mengambil 15 frame per detik. Tenaganya memungkinkan merekam video 4K dan terkompresi 8-bit 4: 2: 2 4K video melalui HDMI.

Boleh dibilang apa yang dilakukan Samsung ini cukup beresiko. Di saat berbagai produsen merilis kamera lebih kecil, perusahaan asal Korea Selatan ini justru merilis kamera DSLR, NX1.



source: Sindonews

HIMAJA FIB UI Gelar J-Event

12:20 PM 0
HIMAJA FIB UI Gelar J-Event
HIMAJA FIB UI Gelar J-Event


DEPOK - Para mahasiswa maniak segala hal tentang Jepang (Otaku) antusias berkumpul menyaksikan Gelar Jepang Universitas Indonesia (UI). Acara yang digagas Himpunan Mahasiswa Jepang Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (HIMAJA FIB UI) kembali menggelar even tahunan mereka dalam menyalurkan minat kebudayaan Jepang.

Selama tiga hari, ribuan orang memadati Boulevard UI untuk menikmati berbagai kegiatan menarik. Pengunjung yang hadir berdandan heboh menggunakan kostum ala anime Jepang atau yang akrab disebut Cosplay seperti tokoh Naruto, One Piece, Attack on Titan dan lainnya.

Berbagai perlombaan, workshop, seminar, hingga penampilan band membuat para pengunjung tersihir hingga puncak acara pada Minggu (9/8/2015) malam. Gelar Jepang merupakan salah satu J-Event yg paling dinantikan oleh kalangan pecinta Jepang.

Acara tahunan yang telah berlangsung selama 21 tahun ini terus berkembang dari segi acara dan jumlah pengunjung. Pada tahun 2014 Gelar Jepang dikunjungi sekitar 27.000 pengunjung. Tahun ini Gelar Jepang diadakan lagi.

Untuk guest star Gelar Jepang UI 21 ditutup oleh penampilan band punk pop Silent Siren. Band yg terdiri dari 4 gadis Jepang yang cantik Sumire Yoshida (Suu), Hinako Umemura (Hinanchu), Aina Yamauchi (Ainyan), dan Yukako Kurosaka (Yukarun).

Ada juga Kumiko Funayama atau Kumicky, top model Jepang yang sedang naik daun, sebagai bintang tamu. Nama Silent Siren diusulkan Yoshida. “Kesunyian dan bunyi sirine itu kan dua hal yang berlawanan,” katanya di lokasi, Minggu malam (9/8/2015).

Hinanchu yang menjadi pemimpin diantara teman-temannya mengaku antusias tampil di depan fans mereka yang banyak didominasi pelajar dan mahasiswa. Mereka juga sampai rela belajar Bahasa Indonesia dan menyanyikan lagu berbahasa Indonesia sebagai bentuk penghormatan kepada para pengunjung.

“Kami sering komuniksi lewat twitter dengan fans di Indonesia. Kami juga belajar Bahasa Indonesia.
Terimakasih untuk dukungannya, kita bawakan lagu Indonesia, atau lagu Jepang yang banyak diketahui masyarakat Indonesia,” tuturnya sambil tertawa.






source: Sindonews

Seorang Ibu Kuasai Peredaran Narkoba di Beji

12:09 PM 0
 
Seorang Ibu Kuasai Peredaran Narkoba di Beji
Seorang ibu satu anak nekat masuk jaringan peredaran narkoba di Beji, Depok dan tertangkap setelah salah satu pelanggannya 'bernyanyi' kepada petugas.


JAKARTA - Seorang ibu satu anak nekat masuk kejaringan peredaran narkoba. Ibu ini tertangkap setelah salah satu pelanggannya 'bernyanyi' kepada petugas.

Tati (37) ditangkap di rumahnya di Jalan Cendrawasih RT 01/14, Kel. Kelurahan Beji, Kec. Beji, Depok, Jawa Barat, Minggu 9 Agustus 2015 malam.

Kapolsek Setiabudi Kompol Tri Yulinto mengatakan, tersangka Tati ditangkap setelah petugas menangkap tersangka pemakai gaanja di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Dari tangan pelaku, petugas menyita tiga paket ganja siap edar. "Dari informasi itu kami telusuri dan kami akhirnya berhasil menangkap pelaku di rumahnya di Depok," katanya kepada wartawan, Senin (10/8/2015).

untuk menangkap ibu dua anak ini, pihaknya juga melakukan under cover buy. "Sebelum ditangkap, kita janjian sama pelakau kalau kita mau beli ganja," ujarnya. Dari pelaku, pihknya menyit tiga paket ganja seberat 19,7 gram.

Dari pengakuannya, dia sudah dua bulan menjadi pengedar ganja. Dari penjualan barang haram tersebut, pelaku mendapat untung Rp10.000 perpaket.

Akibat perbuatannya wanita tersebut perbuatannya tersangka dikenakan pasal 111 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal empat tahun penjara.

Sementara, Tati mengaku menjual daun terlarang tersebut untuk menghidupi kedua buahh hatinya. Pasalnya, setelah bercerai dia harus menanggung semua keperluan ekonomi keluarganya.

"Saya jualan karena tidak punya keahlian apa-apa, kebetulan saya dapat ganja dari teman dan saya tinggal jualin saja," tukasnya.




source: Sindonews

Kecepatan Marquez Bikin Lorenzo Geleng-geleng Kepala

11:58 AM 0
Marc Marquez jadi yang tercepat di GP Indianapolis
Marc Marquez jadi yang tercepat di GP Indianapolis


INDIANA - Podium tertinggi di Sirkuit Indianapolis kembali ditempati Marc Marquez dari tim Repsol Honda. Pembalap kebangsaan Spanyol itu jadi yang tercepat dengan catatan waktu 41 menit 55.371 detik.

Pada balapan yang digelar Minggu (9/8/2015) waktu setempat atau Senin (10/8/2015) dinihari WIB, Marquez sebenarnya mendapat perlawanan sengit dari Jorge Lorenzo. Namun hingga lap terakhir Lorenzo tak juga berhasil menyusul Marquez dan hal tersebut ditanggapinya dengan nada kekecewaan.

"Meski sudah berusaha untuk melaju lebih cepat, kami rupaya masih belum bisa mengalahkan Marc Marquez dan juga tim Honda. Mereka benar-benar tangguh sepanjang pekan ini," ucap Lorenzo yang dikutip dari Crash.

"Saya sudah berusaha maksimal agar bisa menyusul Marquez. Tapi saya tidak punya banyak kekuatan untuk terus mengejarnya," sambung Lorenzo yang akhirnya finis di posisi kedua.

Meski demikian, Lorenzo masih mengungguli Marquez di papan klasemen pembalap. Lorenzo ada di posisi kedua dengan raihan 186 poin. Sementara Marquez di peringkat ketiga dengan perolehan 139 poin.





source: Sindonews

Marquez Belum Mampu Geser Rossi dari Puncak Klasemen

11:49 AM 0
Valentino Rossi merayakan podium ketiga di Sirkuit Indianapolis akhir pekan lalu
Valentino Rossi merayakan podium ketiga di Sirkuit Indianapolis akhir pekan lalu


INDIANA - Valentino Rossi kembali gagal menjuarai GP Indianapolis pada balapan teranyar, Minggu (9/8/2015). Meski hanya finis di tempat ketiga, tambahan poin akhir pekan ini membuatnya belum tergeser dari puncak klasemen.

Rossi terakhir kali menang di Indianapolis pada balapan tahun 2008, ketika Marc Marquez, pembalap rival, masih tampil di kelas balap 500cc. Sejak saat itu, bukan hanya nama Rossi meredup di Indianapolis, namun sirkuit itu selalu dimenangkan pembalap dari tim Honda.

Kegagalan Rossi memenangkan balapan di Indianapolis akhir pekan ini memperpanjang rekor tidak pernah menang rider Yamaha di sirkuit tersebut. Beruntung, pembalap The Doctor masih berhasil mencicipi podium dengan finis di posisi ketiga.

"Masalahnya ada di kualifikasi. Memulai balapan dari baris ketiga selalu sulit, jika saja saya memulai dari baris kedua, tentu bersaing dengan Marc Marquez dan Jorge Lorenzo akan terasa berbeda," kata Rossi dikutip Crash, Senin (10/8/2015).

Meski kembali gagal menjuarai GP Indianapolis, Rossi mengaku cukup senang dengan pencapaiannya di balapan teranyar. Tambahan poin membuatnya masih memimpin klasemen sementara pembalap MotoGP dengan 195 poin.

"Pada suatu ketika dimana Jorge (Lorenzo) berada di depan saya, artinya saya berada di posisi keempat, jadi saya akan kehilangan 12 poin, jadi saya mencoba secara maksimal untuk finis di podium karena poin sangat penting," tutupnya.

Pada balapan tersebut, pembalap Repsol Honda Marc Marquez keluar sebagai pemenang. Selain menegaskan keperkasaan Honda di sirkuit itu dalam lima tahun terakhir, hasil titu membuat Marquez naik ke posisi tiga klasemen sementara musim ini.





source: Sindonews

Perkara Bus Transjakarta, Udar Dituntut 19 Tahun Penjara

11:12 PM 0

Udar Pristono



JAKARTA - Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Udar Pristono dituntut 19 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar. Pristono diduga terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang dalam proyek pengadaan bus Transjakarta tahun anggaran 2012-2013.

Selain pidana penjara dan denda, Jaksa juga akan menyita barang bukti serta aset milik Udar untuk negara.

"Menyatakan Udar Pristono terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal sebagaimana dalam surat dakwaan," ujar jaksa penuntut Victor Antonius dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Senin (13/7/2015).

Jaksa berpendapat, beratnya tuntutan tersebut, karena mantan anak buah Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok itu dianggap tidak memiliki dalil kuat untuk membantah sangkaan padanya.

Jaksa juga menduga Udar telah melakukan penyamaran aset, antara lain pembelian satu unit kondotel Sahid Degreen tipe A secara lunas pada Mei 2013, pembelian satu unit apartemen Tower Montreal lantai 9, serta satu unit cluster Kebayoran Essence Blok KE/E-06.

Bahkan, jaksa menilai Udar tidak kooperatif selama proses persidangan, sehingga membuat tuntutannya menjadi lebih berat. "Sedangkan hal-hal yang meringankan, tidak ada," tegasnya.





Sumber: Sindonews

Ini Alasan Pemudik Ogah Gunakan Bus untuk Pulang Kampung

11:02 PM 0
Ini Alasan Pemudik Ogah Gunakan Bus untuk Pulang Kampung
 
 
 
JAKARTA - Ada beberapa faktor yang menyebabkan minat masyarakat menggunakan bus menjadi menurun sebagai alat transportasi mudik. Seperti sudah banyaknya pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, murahnya tiket kereta, hingga kurangnya keselamatan, dan terintegrasi angkutan perkotaan di sejumlah terminal.

Pengamat transportasi dari Universitas Trisakti Nirwono Jogo meyakini, bila pemerintah tidak menyikapi hal ini, bukan tidak mungkin di tahun ke depan, perusahaan autobus (PO) akan gulung tikar.

"Ini yang jadi masalah, pemerintah baik pusat, provinsi, maupun daerah harus melakukan koordinasi dalam waktu dekat. Terminal harus diberikan rasa aman hingga biaya murah dan terjaminnya keselamatan agar transportasi ini tetap ada," ujar Nirwono di Jakarta, Senin (13/7/2015).

Untuk menghadapi gencaran dari sesama transportasi darat, dia meminta, Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk merangkul semua manajamen PO yang ada.

Kecanggihan sistem informasi dan komunikasi dalam tahun ke tahun dapat disikapi dengan membuat sebuah sistem berbasis online agar penumpang dapat membeli tiket bus dengan mudah. Hanya dengan menunjukan bukti pembayaran saat naik bus, Nirwono yakin dapat membuat bus dapat disetarakan dengan kereta dalam hal kecangihan pelayanan.

Selain itu, demi menjamin keselamatan akan penumpang, tindakan tegas kepada pemerintah haruslah dibutuhkan, ia ingin pemerintah tidak lagi mengancam kepada PO yang nakal.

"Harus ada tindakan seperti mencabut trayek maupun izin pengusaha yang menjalankan bus berbahaya dan menindak tegas pengemudi yang ugal-ugalan," tuturnya.
 
 
 
 
 
Sumber: Sindonews.com